Brentuximab Vedotin, Terapi Inovatif untuk Kanker Limfoma Hodgkin

Posted by

Limfoma Hodgkin (LH) adalah jenis kanker kelenjar getah bening yang cukup ganas. Jumlah kasus atau prevalensi biasanya lebih rendah dibandingkan dengan kanker non-HL. Data Globocan (Global Cancer Observatory) 2018 mencatat bahwa ada 1.047 kasus HL di Indonesia dengan 574 kematian. Limfoma Hodgkin ini adalah kanker yang terjadi sebagai akibat dari mutasi sel B dalam sistem limfatik dan sering terjadi pada kelenjar getah bening di leher dan kepala. Gejala-gejalanya ditandai dengan pembesaran kelenjar, demam, kelelahan, sesak napas untuk nyeri dada. Kanker ini memiliki tingkat kesembuhan yang relatif tinggi dan mencapai 80 persen. Perawatan pertama dapat dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi. Sayangnya, masih ada 20-30 pasien yang tidak menanggapi pengobatan atau yang tidak mengalami kekambuhan.

Atau, ada perawatan inovatif non-transplantasi dengan antibodi-obat konjugat (ADC) yang dikategorikan sebagai terapi yang ditargetkan. Obat pintar ini berbeda dari kemoterapi karena dapat mengenali sel-sel limfoma Hodgkin dengan pengikatan antara antibodi monoklonal anti-CD30 dan CD30 pada permukaan sel. Obat ini disebut Brentuximab Vedotin (BV) dan tidak menghancurkan sel-sel lain, sehingga efek sampingnya relatif lebih mudah daripada kemoterapi pada umumnya. Beberapa pasien tidak mengalami kerontokan rambut, kulit gelap dan kelemahan berlebihan.

Prosedur terapi hanya memakan waktu sekitar. 1-2 jam. Sekitar 75 persen pasien merespons pengobatan BV dengan baik dan 94 persen mengalami penyusutan tumor. Biaya mengobati limfoma Hodgkin dengan terapi BV sedikit lebih efektif daripada kemoterapi lainnya. Takeda Indonesia saat ini telah menerapkan Patient Assistant Program (PAP) untuk terapi BV. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam, pasien memiliki akses yang lebih mudah ke obat.

Kanker limfoma, dikutip dari Hello Sehat, adalah bentuk kanker ganas yang menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, yang memiliki tugas penting dalam membentuk garis pertahanan untuk melawan keberadaan infeksi atau kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *